Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Etika Dalam Kantor Akuntan Publik

1. Etika Bisnis Akuntan Publik Etika bisnis merupakan satu hal yang sangat penting diterapkan dalam Kantor Akuntan Publik (KAP) agar pekerjaan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Penegakan kode etik bisnis telah dilaksanakan dalam enam organisasi, yaitu Kantor Akuntan Publik, Unit Peer Review Kompartemen Akuntan Publik IAI, Badan Pengawas Profesi Kompartemen Akuntan Publik IAI, Dewan Pertimbangan Profesi IAI, Departemen Keuangan RI dan BPKP. Kode etik profesi merupakah kaidah-kaidah yang menjadi landasan bagi eksistensi profesi dan sebagai dasar terbentuknya kepercayaan masyarakat yang diharapkan dapat menghasilkan kualitas kinerja yang paling baik bagi masyarakat. Ikatan Akuntan Indonesia-Kompartemen Akuntan Publik (IAI-KP) menerapkan lima aturan etika, yaitu : -           Independensi, integritas dan obyektivitas -           Standar umum dan prinsip akuntansi -           Tanggungjawab kepada klien -           Tanggung jawab kepada rekan satu profesi -        

Etika Dalam Auditing

1. Kepercayaan Publik Kepercayaan publik adalah salah satu hal yang wajib dimiliki oleh setiap profesi termasuk auditor. Seorang auditor yang memiliki sikap independensi dapat memiliki sikap mental yang bebas dari pengaruh, tidak mudah dikendalikan oleh orang lain, tidak tergantung pada orang lain dalam bersikap maupun pengambilan keputusan. Untuk menjaga kepercayaan publik, auditor harus menjalankan tanggungjawab profesionalnya dengan integritas yang tinggi. 2. Tanggungjawab Auditor Kepada Publik Auditor diwajibkan memiliki tanggungjawab dalam setiap pekerjaan yang dilaksanakan, seperti ketika auditor menerima pekerjaan untuk menilai kewajaran laporan keuangan suatu perusahaan sehingga terbebas dari penyimpangan ( fraud ) dan terbuka terhadap publik. Publik menuntut sikap profesionalitas auditor dan komitmen terhadap suatu pekerjaan. Kepercayaan yang publik berikan dapat meningkatkan tujuan atau target suatu perusahan menjadi lebih tinggi dari sebelumnya. 3. Tanggungjawab

Kode Etik Profesi Akuntansi

1. Kode Perilaku Profesional Dalam mengerjakan suatu pekerjaan kita dituntut untuk bersikap profesional. Kode perilaku profesional digunakan sebagai pedoman yang mengatur setiap anggota dan pengikat suatu anggota dalam melakukan setiap tindakan. Selain itu, kode etik profesional juga dapat digunakan sebagai alat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan yang diberikan oleh setiap profesi. Maka dari itu seorang profesi akuntan harus menerapkan standar profesionalisme yang tinggi untuk mencapai tujuan perusahaan yang ditargetkan. Dalam perusahaan kode etik profesionalisme juga bermanfaat untuk mencegah kecurangan ( fraud ) seperti penyalahgunaan data keuangan, penyimpangan jabatan, dan lain-lain. 2. Prinsip-Prinsip Etika a.        IFAC Menurut Kode Etik Akuntan Profesional versi tahun 2001, IFAC menyatakan alasan akuntan profesional harus melayani kepentingan publik, yaitu : Tanda yang membedakan suatu profesi adalah penerimaan tanggungjawab kepada publik. Tanggungj

Perilaku Etika Dalam Profesi

1.       Akuntansi Sebagai Profesi dan Peran Akuntan Menurut International Federation of Accountans (2003), Profesi Akuntansi adalah semua bidang pekerjaan yang mempergunakan keahlian di bidang akuntansi, termasuk bidang pekerjaan akuntan publik, akuntan intern yang bekerja pada perusahaan industri, keuangan atau dagang, akuntan yang bekerja di pemerintah dan akuntan sebagai pendidik. Sedangkan, dalam arti sempit, Profesi Akuntan adalah lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh akuntan sebagai akuntan publik yang lazimnya terdiri dari pekerajaan audit, akuntansi, pajak dan konsultan manajemen. Agar dapat dikatakan profesi, biasanya akuntan harus memiliki beberapa syarat sebagai pihak yang memerlukan profesi, mempercayai hasil kerjanya. 2.       Ekspektasi Publik Ekspektasi publik ialah tanggapan baik  yang positif maupun negatif yang dikemukakan oleh masyarakat tentang etika yang berlaku di masyarakat luas. Sebab ekspektasi adalah bersifat bebas tetapi tidak mengurangi nilai etik

Ethical Governance

1.       Governance System Governance System atau Sistem Pemerintahan merupakan gabungan dari dua kata, ”Sistem” dan ”Pemerintah”. Berarti sistem secara keseluruhan yang terdiri dari bagian-bagian yang  memiliki hubungan fungsional antara bagian-bagian dan hubungan fungsional dari keseluruhan, sehingga menciptakan ketergantungan antara bagian dan apabila satu bagian tidak bekerja dengan baik akan mempengaruhi keseluruhan. Sedangkan, Pemerintah dalam arti luas memiliki pemahaman bahwa segala sesuatu yang dilakukan dalam menjalankan kesejahteraan negara dan kepentingan negara itu sendiri. Secara harfiah, Sistem Pemerintahan adalah bentuk hubungan antar lembaga negara dalam melaksanakan kekuasaan negara untuk kepentingan negara itu sendiri dalam rangka mewujudkan kesejahteraan rakyatnya. 2.       Budaya Etika Setiap negara mempunyai budaya yang berbeda dan memiliki ciri khas sendiri. Budaya tidak selalu menyangkut tentang seni tetapi budaya juga bisa digunakan pada etika. Apabil

Perilaku Etika Dalam Bisnis

1.       Lingkungan Bisnis yang Mempengaruhi Perilaku Etika Dalam menjalankan suatu bisnis dituntut untuk memiliki tujuan agar bisnis tersebut tumbuh dan berkembang sehingga menghasilkan sesuatu yang menguntungkan bagi pemilik bisnis. Maka dari itu pelaku bisnis harus memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi dan mendukung tujuan tersebut, salah satu contohnya adalah lingkungan. Lingkungan dibedakan menjadi dua, antara lain : a.        Lingkungan Intern Lingkungan yang dapat dikendalikan oleh para pelaku bisnis, sehingga dapat dicapai tujuan dari bisnis tersebut. Beberapa contoh faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja dan etika para tenaga kerja, antara lain : Budaya organisasi : mencakup lingkungan kerja, sikap manajemen terhadap karyawan, rencana pertumbuhan perusahaan dan otonomi atau pemberdayaan yang diberikan pada karyawan.   Ekonomi local : mencakup keadaan perekonomian setempat.   Reputasi perusahaan : mencakup persepsi karyawan mengenai bagaimana perusah